Terutamasemenjak munculnya kisah horor tahun 2006 lalu yang membuat kondisi Pasar Seni ini semakin sepi. Konon, ada kisah seorang kakek tua yang berprofesi sebagai seorang pelukis tapi ia menghilang secara misterius setelah melukis sosok wanita yang dianggap sebagai hantu Si Manis Jembatan Ancol.
Asalusul hantu kuyang – Fenomena hantu Kuyang memiliki asal-usul cerita yang luar biasa. Memang, tidak hanya hantu ini saja yang ada di Indonesia. Umumnya masyarakat Indonesia mengenal beberapa jenis hantu seperti pocong, genderuwo, kuntilanak, gundul pringis dan lain sebagainya yang turut menghiasi layar kaca perfilman Indonesia.
DariNyai Dasima Hingga Mariam Si Manis dari Jembatan Ancol, Inilah Kisah Pilu para Nyai, Cinta Gelap Para Meneer VOC dengan Para Wanita Pribumi ; Terjadi Pembantaian di Daerah Selama Konflik Indonesia-Belanda, Sosok yang Dijuluki oleh Belanda 'Begundal dari Karawang' Ini Jadi Target Utama dalam Pembantaian Rawagede
Sekte(film) Senior (film 2019) Sexy Killers. Si Doel the Movie 2. Si Manis Jembatan Ancol (film 2019) Sin (film) Single Part 2. Suami yang Menangis. Suburbia.
65 ngikutin pilem SI MANIS JEMBATAN ANCOL (si manis, suit suit, seksi bneeer kamuuu) 66. RIA ENES-SUSAN lg sering nongol di tivi 67. Di saingi oleh duet BONDAN PRAKOSO-ENNO LERIAN PAMERAN LUKISAN Suatu hari seorang presiden sebuah negara berkembang pergi melihat pameran lukisan-lukisan. Karena saat itu beliau mengalami sakit mata dan
cara memperbaiki water heater listrik tidak panas. Jembatan dan Le Bridge Cafe Ancol Foto Wikimedia CommonsMendengar kata Ancol, kamu pasti langsung mengasosiasikannya dengan pantai, taman hiburan, serta akuarium terbesar Indonesia. Ya, Ancol memang bisa dibilang sebagai gudangnya wisata bagi masyarakat Jakarta. Apalagi dengan banyaknya acara seru dan promo yang kerap dihadirkan Ancol, kawasan ini senantiasa jadi opsi menarik buat kamu yang ingin sekadar getaway tanpa harus pergi jauh dari kota Jakarta. Namun di tengah popularitas Ancol, tahukah kamu ada sebuah kisah urban legend yang menarik di kawasan jembatannya. Kisah urban legend itu dikenal dengan nama "Si Manis Jembatan Ancol". Ya, kamu yang anak 90-an pastinya tidak akan merasa asing dengan hal tersebut, karena Si Manis Jembatan Ancol bahkan pernah diangkat ke layar kaca, dan dibintangi beberapa artis ternama pada masanya, seperti Dewi Persik dan Kiki Fatmala. Dihimpun dari berbagai sumber, kumparan mendapati bahwa urban legend tersebut berasal dari kejadian nyata. kumparan menemukan bahwa ada dua kisah yang berbeda tentang Si Manis Jembatan Ancol. Walaupun tidak diketahui secara pasti mana kisah yang benar dan paling sesuai, namun keduanya punya kesamaan akhir cerita yang tahu lebih lengkapnya? Berikut ulasannya. Pada awal abad 18 ketika Jakarta masih dikenal dengan nama Batavia, seorang perempuan muda berusia 16 tahun bernama Maryam ditemukan terbunuh di kawasan Ancol. Maryam dikenal sebagai gadis muda yang cantik dan molek. Ia bekerja di rumah pedagang tua yang kaya raya yang telah beristri. Kecantikan dan kemolekan Maryam rupanya menarik perhatian majikannya, hingga suatu hari, Maryam dilamar dan diajak untuk menikah sehingga kelak dapat menjadi selir sang majikan. Permintaan sang majikan ditolak oleh Maryam. Wanita ini pun kabur dari rumah, berusaha menjauh dari sang majikan. Sayang, rencana Maryam untuk melarikan diri rupanya tak berhasil. Gadis cantik ini diperkosa secara bergilir dan kemudian dibunuh oleh para preman yang disuruh oleh majikannya. Padahal kala itu, sang majikan hanya menyuruh anak buahnya untuk mengejar dan menangkap Maryam yang lari dari rumah sang majikan karena tak ingin dinikahi. Para preman yang takut ketahuan belangnya itu kemudian memilih untuk melemparkan jasad Maryam ke area persawahan, tak jauh dari tempat ia terbunuh, yakni di kawasan Ancol yang kini menjadi jembatan. Ilustrasi Si Manis Jembatan Ancol. Foto Maulana Saputra/kumparanDihimpun dari berbagai sumber, kisah kedua yang tak kalah tragis dari "Si Manis Jembatan Ancol" didapatkan Budayawan Betawi Ridwan Saidi dari saksi hidup yang pernah ia temui ketika melakukan investigasi pada 1955-1960. Menurut kisah tersebut, pada awal abad ke-19, sekitar tahun 1817, hiduplah seorang gadis yatim yang hidup bersama ibunya, Mak Emper. Mak Emper dan anaknya, Siti Ariah tinggal di suatu paviliun milik seorang juragan kaya. Ketika Siti Ariah menyentuh usia 16 tahun, sang juragan pemilik rumah rupanya jatuh hati padanya. Ia berniat menikahi Siti Ariah dan menjadikannya sebagai selir. Ariah yang menolak permintaan sang majikan kemudian melarikan diri. Seperti kata pepatah, "Keluar dari Lubang Singa Masuk ke Lubang Buaya," begitulah nasib yang menimpa Siti Ariah. Bukannya mendapat pencerahan, Siti Ariah malah bertemu Oei Tambah Sia, pedagang tembakau keturunan Tionghoa di Batavia yang berasal dari Pekalongan. Ia dikenal sebagai pria playboy pada masanya dan sangat suka main perempuan. Melihat paras Siti Ariah, Oei lantas tergoda dan ingin menjadikannya sebagai 'koleksinya'. Siti Ariah kembali kabur untuk menyelamatkan dirinya. Naas, dua preman suruhan Oei Tambah Sia rupanya lebih cepat dibandingkan gerak gadis muda itu. Siti Ariah menemui ajal di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter di tangan dibuang sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Berbeda dengan kisah sebelumnya, Siti Ariah meninggal karena membela harga dirinya. Ia meninggal tanpa diperkosa oleh para pembunuhnya. Kabarnya, hantu wanita yang biasa ditemui di kawasan inilah yang kemudian populer dikenal sebagai Si Manis Jembatan Ancol. Konon, Si Manis Jembatan Ancol menjadi arwah yang gentayangan karena ingin memberitahukan keberadaannya pada sang ibu. Sementara Oey Tambah Sia akhirnya meninggal dengan cara digantung oleh Belanda di Taman Fatahillah, Jakarta Utara. Ia dihukum gantung karena ketahuan memiliki banyak kasus pembunuhan, salah satunya adalah membunuh ipar kandungnya sendiri yang bernama Sutejo. Oei membunuh Sutejo karena cemburu melihat kedekatan Sutejo dengan sang istri, Mas Ajeng look film 'Si Manis Jembatan Ancol'. Foto Instagram/anggy_umbaraKebingungan antara dua kisah ini kemudian membawa kumparan untuk mencari tahu lewat salah seorang pria yang memiliki 'kemampuan lebih'. Pria yang enggan disebutkan namanya itu tak menampik bahwa memang ada sosok wanita yang 'bermukim' di Jembatan Ancol. Hanya saja, menurut pria yang akrab disapa Brii itu, ia tak mengetahui nama sosok astral itu. Hanya saja, memang awal tahun 2018 lalu, ia pernah menyambangi lokasi tersebut untuk berkomunikasi dengan para penunggu Jembatan Ancol untuk kebutuhan tidak tahu dengan pasti kisah sosok wanita tersebut, Brii masih mampu mengingat beberapa hal tentang komunikasi mereka setahun silam. "Memang ada, perempuan juga. Mereka kan juga cari tempat untuk bermukim ya, seperti manusia pada umumnya. Memang kalau bisa dibilang meninggalnya enggak wajar. Lebih ke dibuang kayaknya, tapi pembunuhannya bukan di situ. Sayangnya waktu itu beliau enggak menyebut nama, sih," kata pria tersebut saat dihubungi kumparan, Rabu 30/10.Brii juga menambahkan bahwa sosok tersebut tak terlihat seperti anak remaja atau ABG, melainkan wanita berusia 30-an menjelang 40. Pakaian yang dikenakannya pun tak semerah yang biasa kamu lihat di sinetron "Si Manis Jembatan Ancol". Dalam tiga kali pertemuan, sosok itu mengenakan pakaian dengan warna yang berbeda. "Bajunya pun tiga kali pertemuan itu ganti-ganti, kadang-kadang merah, kadang hitam. Enggak, merahnya lebih gelap dibanding yg ada di sinteron. Bajunya terusan, tapi bentuknya enggak sampai ke bawah, di bawah lutut, mungkin sekitar sampai betis," jelas Brii lagi. Soal alasan mengapa sosok wanita itu masih gentayangan, Brii meyakini bahwa mereka biasanya masih memiliki urusan yang belum terselesaikan."Kalau saya kan percaya kalau ada yg seperti itu berarti ada urusan yang belum selesai. Kalau yang saya tangkap, sih, kayaknya masih belum terima dengan cara meninggalnya," pungkas Brii lagi. Walau diliputi kisah menyedihkan yang berkembang menjadi urban legend, Ancol yang dulu bukanlah yang sekarang. Kawasan seluas 522 hektare yang dulunya dibiarkan terlantar dan jadi sarang penyakit tersebut kini telah berubah menjadi kawasan rekreasi terpadu sesuai dengan gagasan Presiden tergantung kamu, mana kisah yang paling relevan menurutmu?
- MVP Pictures mengumumkan penggarapan Si Manis Jembatan Ancol 2, setelah sukses dengan film pertamanya di 2019. Sosok Maryam atau Si Manis masih jadi tokoh sentral dalam alur cerita. "Kisah Si Manis belum selesai. Jadi apa yang sebenarnya terjadi dengan Si Manis ini, kami ingin memberikan jawaban yang jelas kepada penonton," ujar Raam Punjabi selaku produser film Si Manis Jembatan Ancol 2 dalam sesi jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 8/6/2023. Sama seperti film pertama, Anggy Umbara didapuk sebagai sutradara Si Manis Jembatan Ancol 2. Anggy menjanjikan lebih banyak teror di dalamnya. "Jadi nanti akan disuguhkan banyak teror. Si Manis akan meneror semuanya karena dia mencari keadilan," kata Anggy Umbara. Baca Juga Nursyah Kembali Serang Arie Kriting, Tuding Suami Indah Permatasari Lakukan Hal Ini Si Manis Jembatan Ancol 2 pun akan tetap menghadirkan Indah Permatasari sebagai Maryam. Sosok hantu legendaris itu bahkan sudah dihadirkan dalam sesi jumpa pers lewat penampilan sang aktris. "Dendamnya belum terbalaskan," kata Indah Permatasari dengan dialog ala Maryam. Tak ketinggalan, sang hantu botak Ozy Syahputra juga masih akan tampil di Si Manis Jembatan Ancol 2. Ia mengaku belum ikhlas bila peran tersebut diserahkan ke aktor lain. "Saya rasanya belum ikhlas kalau peran saya digantikan orang lain. Bahkan mungkin tidak ikhlas," tutur Ozy Syahputra. Selain nama-nama di atas, Si Manis Jembatan Ancol 2 juga dibintangi Cornelio Sunny, Jameelah Saleem, Arif Didu hingga Anyun Cadel. Detail peran masing-masing masih dirahasiakan karena film baru akan memasuki proses syuting. Baca Juga Nursyah Tak Gentar Tuding Arie Kriting Main Dukun, Netizen Banyak Istigfar Bu MVP Pictures menargetkan film Si Manis Jembatan Ancol 2 tayang di bioskop pada Desember 2023. Raam Punjabi menaruh harapan tinggi untuk kesuksesan salah satu karya andalannya. "Kami harap, masyarakat terutama pecinta film horor Indonesia nantinya dapat menikmati film ini dengan baik. Si Manis Jembatan Ancol ini kisahnya sangat melekat di masyarakat dan bisa dikreasikan jadi tontonan yang sangat menarik," tutur Raam Punjabi.
Berita Metro Selasa, 19 Januari 2016 - 0220 WIB - Dirja atau juga dikenal dengan panggilan Jaja, dikenal sebagai pelukis arwah orang yang telah meninggal. Aneh tapi nyata, namun begitulah faktanya. Sepintas yang dilakukan oleh Dirja, adalah sesuatu yang tak masuk akal. Ia mengatakan bahwa hasil guratannya bisa diperlihatkan pada yang pernah melihat sosok tersebut, semasa hidup, dalam mimpi, dan peninggalan foto, untuk mengecek kebenarannya. Dari sekian hasil sketsa, terdapat guratan para almarhum tokoh-tokoh Islam yang sudah ratusan tahun meninggal. Serta ada juga lukisan arwah yang belum begitu lama meninggal, pun juga ada lukisan seorang wanita korban pembunuhan, dan lain sebagainya. Tentang pembuatan lukisan penghuni alam lain, bapak 50 tahun ini mengungkapkan melakukan dalam waktu tidak begitu lama. “Kalau hanya untuk membuat sketsanya kurang lebih sekitar 5 menit, tapi kalau dihalusin jadi semacam lukisan, bisa sekitar 20 menitan,” kata Dirja yang tinggal di komplek perumahan Taman Adiyaksa, Tigaraksa, Tangerang, Banten. Ia menambahkan, untuk membuat sketsa arwah, terkadang ada kendala dengan prosesi pemanggilan. Sebab, ada kalanya yang diundang belum bisa hadir, sehingga dibutuhkan waktu khusus. Namun, jika yang diundang dari kalangan gaib atau bangsa jin yang biasa, semisal khodam dan sejenisnya, dalam pengalaman Jaja, tidak terlalu butuh waktu khusus. Untuk membuktikan kebenaran sketsa atau lukisan sosok arwah yang dibuatnya, bisa dicocokkan dengan foto yang bersangkutan, itu pun kalau ada. Kalau tidak meninggalkan foto, bisa cari saksi hidup yang pernah melihat sosok almarhum semasa hidupnya. “Dengan cara seperti itu, kita fair. Jadi bisa dibuktikan langsung kebenaran sketsa yang saya buat. Kalau sama, katakan sama, kalau tidak, katakan tidak," kata dia. Lukisan Dirja dapat mengungkap misteri wajah leluhur yang dituangkan ke dalam bentuk gambar. Hal ini sangat membantu yang tidak punya foto leluhur. Daya metafisis Dirja dapat juga menguak misteri penyebab kematian seseorang yang terbilang misterius, seperti yang tertuang dalam catatan sketsa seorang bawah sketsanya, selain diberi keterangan jam hadir dan pembuatan sketsa si arwah, juga dilengkapi dengan keterangan, bahwa ia mati dengan cara dicekik. Walau tentu saja, untuk yang ini dibutuhkan bukti forensik sebagai penguat data dan fakta. Dirja menceritakan, kemampuannya dapat membuat lukisan arwah, bermula dari peristiwa yang tidak ia duga-duga. Pada waktu itu, sekitar pertengahan tahun 2003, saat ia masih bekerja di kapal pesiar, ia sempat ditemui oleh seorang wanita cantik, yang kemudian ia mengaku bernama Mariam, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Si Manis Jembatan Ancol. “Saat itu, kapal tempat kami bekerja tengah bersandar di Ancol. Terus saya iseng-iseng beranjak ke gladak untuk duduk istirahat. Tiba-tiba muncul seorang wanita cantik mengenakan kain sari berwarna hijau,” ucap dia. Penasaran, siapa wanita misterius itu, Dirja menanyakan siapa namanya. Dengan dingin wanita itu mengaku bernama Mariam, dan ia juga mengaku sebagai penjaga Ancol dan sekitarnya. Melihat wanita yang tak biasa itu, entah dari mana inspirasinya, tiba-tiba Dirja muncul keinginan untuk membuat sketsanya, padahal ia tidak punya keahlian dalam hal itu. Ia pun lalu menawarkan pada Mariam. Mariam pun mengiyakan. Pak Jaja yang memang biasa membawa buku dan bolpoin untuk mencatat pengeluaran barang-barang dari kapal itu, langsung membuat sketsa wajah Mariam dengan kertas di tangannya tersebut. Begitu cekatan ia membuat sketsa dan tangannya seperti ada yang menuntun. Tak lama kemudian, sketsa Si Manis Jembatan Ancol itu rampung dibuat yang diiringi oleh keheranan Dirja sendiri, kenapa ia tiba-tiba bisa membuat sketsa. Dan, bersama itu Mariam berpesan agar sketsa itu jangan sampai dikomersialkan, untuk kemudian ia pun menghilang. Cerita Bung Karno Jadi Model Patung Bundaran HI "Selamat datang! Selamat datang para olahragawan," kata Bung karno. 8 Januari 2016
Kisah "Si Manis Jembatan Ancol" kembali mengudara, dengan peran utama dibawakan oleh Dewi Perssik. Dulu, ketika sinetronnya dibawakan Kiki Fatmala dan Diah Permatasari, kisah Si Manis pun sangat demikian, masih banyak hal yang membuat penonton penasaran dengan kisah sesungguhnya. Ini 5 fakta mistis tentang "Si Manis Jembatan Ancol", yang saya rangkum dari berbagai sumber1. Nama sebenarnya bukan Mariam, tapi kisah, di akhir abad ke-18, ada seorang perempuan tua bernama Mak Emper, yang punya seorang anak perempuan, Siti Ariah. Keduanya tinggal di paviliun Belanda, karena mengabdi pada seorang juragan kaya. Saat berusia 16 tahun, juragan ingin menikahi Ariah, tapi anak perempuan berusia 16 tahun itu menolak. Ia tidak mau dijadikan selir. Ia pun kabur. Malang, saat kabur, Ariah bertemu Oey Tambahsia, seorang yang terkenal kaya raya di Batavia. Lelaki ini dikenal gemar perempuan muda. Ariah tak mau dipinang dan melarikan diri lagi. Tambahsia pun memerintahkan para centengnya untuk menemukan Ariah. Keduanya memang menemukan Ariah, tapi gadis itu mati di tangan mereka di Bendungan Dempet, dekat Danau Sunter. Sejak saat itu, kawasan ini dikenal awal kisah hantu yang terkenal itu, yang mana sebelumnya, namanya dikenal dengan "Mariam". Menurut legenda, nama asli "Si Manis Jembatan Ancol" adalah Terjadi pada 1817Menurut tokoh Betawi, Ridwan Saidi, jenazah Ariah ditemukan sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol, tepatnya di areal persawahan. Ridwan sendiri mendapatkan kisah ini berdasarkan hasil wawancaranya pada para saksi yang hidup pada dari kisah tersebut, sering terjadi penampakan gadis manis yang dipercaya sebagai hantu dari Siti Ariah yang menuntut balas dendam. Namun seorang H Mohammad Husni, warga Kebon Jeruk, Jakarta, yang melukis sosok Ariah pada 2003 setelah merasa mendapatkan wangsit mengatakan, ”Ariah itu seorang gadis biasa. Kalau disebut cantik, itu Berkulit sawo matangMasih berdasarkan kisah para saksi, Ariah merupakan seorang gadis biasa, berkulit sawo matang, dan tingginya sekitar 160 cm. Ketika ditemukan, ia berkebaya hitam bintik-bintik Kisahnya terkenal di Asia Tenggara Kisah tentang "Si Manis Jembatan Ancol" sangat terkenal di Asia Tenggara, bahkan kawasan Ancol disebut-sebut menjadi salah satu lokasi paling horor di Asia tenggara. Kisah hantu dari Ancol ini bersanding dengan kisah horor dari Filipina, Jepang, dan Korea Ada kamar hotel khusus buatnyaSeperti halnya Nyi Roro Kidul di Hotel Inna Samudera, Pelabuhan Ratu, "Si Manis Jembatan Ancol" juga memiliki kamarnya sendiri, yaitu di sebuah hotel di kawasan yang sama. Di sini, ia sering menampakkan diri dan manajemen hotel yang bersangkutan 'memberikan' kamar khusus Helena Ananda, karyawati.
JAKARTA, - Si Manis Jembatan Ancol adalah salah satu cerita masyarakat paling terkenal, khususnya bagi masyarakat Jakarta. Selain menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, cerita Si Manis Jembatan Ancol juga pernah dijadikan sebuah film. Seperti apa asal mula kisah Si Manis Jembatan Ancol? Apakah benar Si Manis Jembatan Ancol merujuk pada seorang perempuan bernama Mariam?Baca juga Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta Catatan Harian Kompas menyebut Si Manis Jembatan Ancol merupakan legenda yang sudah hidup sejak abad ke-19, tepatnya pada masa penjajahan Belanda di DKI Jakarta yang dulunya bernama Batavia. "Sejak zaman Belanda dulu di jalan raya Ancol itu sering terjadi kecelakaan yang memakan korban. Maka, di dekat situ dibangun pos polisi, juga sebuah kelenteng mini di selatan jalan," tutur Ridwan Saidi 65, tokoh Betawi yang melakukan penelitian tentang legenda Ariah dari saksi-saksi hidup pada tahun 1955-1960. Si Manis Jembatan Ancol menceritakan kisah tragis seorang perempuan bernama Ariah atau Arie, yang kemudian dikenal sebagai Mariam. Menurut legenda yang beredar di kalangan masyarakat, Mariam sering menampakkan dirinya sebagai sosok perempuan muda berambut panjang di dekat Jembatan Ancol, Jakarta Utara. Penampakan sosok Mariam pun sering dikaitkan dengan kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan korban jiwa di jalan raya menuju Tanjung Priok. Ariah adalah seorang anak gadis Mak Emper yang tinggal di emper paviliun rumah seorang juragan kaya di Kampung Sawah Paseban. Dalam catatan Ridwan Saidi, kisah tentang Ariah itu terjadi pada 1817. Baca juga Anies Beri Aturan Baru Jam Operasional Selama Ramadhan, Restoran Tutup pada WIB, Buka Lagi Saat Sahur Ketika usianya menginjak 16 tahun, sang pemilik rumah menaruh hati pada Ariah dan memiliki keinginan untuk memperistrinya. Namun, Ariak menolaknya karena dia tidak ingin dijadikan selir dan kakaknya belum menikah. Untuk menghindari pernikahan tersebut, Ariah pun minggat dan lari dari rumahnya. Dalam pelariannya, Ariah bertemu dengan Oey Tambahsia, seorang juragan kaya raya di Batavia saat itu yang memiliki vila di kawasan Bintang Mas saat ini bernama Ancol. Saat itu, Oey dikenal sebagai "maniak" yang suka mengoleksi perempuan muda. Ketika melihat Ariah, dia pun tertarik untuk memiliknya. Oey pun menyuruh dua centengnya, Pi'un dan Surya, untuk memburu juga Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah Perempuan muda itu pun berhasil ditangkap oleh dua centeng Oey di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter. Namun, Ariah tak tinggal diam. Dia berusaha melawan Pi'un dan Surya hingga menyebabkan dirinya tewas di tangan kedua centeng Oey tersebut. Jenazah Ariah kemudian ditinggalkan di are apersawahan, sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Sejak itulah masyarakat yang lewat di daerah itu, tempat pembuangan jenazah Ariah, mengaku kerap melihat penampakan sosok gadis cantik berambut panjang. Penampakan sosok tersebut sering dikatikan dengan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kendaraan yang lewat di daerah itu wajib membunyikan klakson dua kali bila ingin selamat. "Dengan membunyikan klakson, maksudnya permisi. Begitu pun kalau memancing di daerah rawa di situ, juga mesti permisi. Kalau tidak, bisa hilang sampai tiga hari," ungkap Ridwan Saidi. Baca juga Jadwal Imsak Wilayah Jakarta Hari Ini, 13 April 2021 Sementara itu menurut kesaksian H Mohammad Husni 64, warga Kebon Jeruk, Jakarta, yang melukis sosok Ariah pada 2003, dia menyebut Ariah sebagai sosok perempuan sederhana. Sosok tentang Ariah itu didapatkannya dari sebuah wangsit. "Ariah itu seorang gadis biasa. Kalau disebut cantik, itu relatif. Kulitnya sawo matang, tingginya sekitar 160 cm. Rambutnya panjang, bajunya kebaya hitam berbintik-bintik biru. Matanya sedikit juling." Melalui lukisan Husni, Ariah ingin menyampaikan bahwa dia adalah sosok perempuan biasa yang teraniaya, bukan sosok setan yang harus ditakuti oleh masyarakat. Ridwan Saidi pun menilai lukisan Husni paling mendekati citra tentang Ariah alias Si Manis Jembatan Ancol dibandingkan lukisan yang pernah dibikin pelukis lain. Baca juga Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok pada 13 April 2021 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
lukisan si manis jembatan ancol