Apapunyang kita pilih untuk dijalani, perbedaannya hanyalah terletak pada “hasil panen” seperti apa yang akan kita peroleh. Bagaimana pilihan-pilihan yang kita jalani dapat mendorong kita menuju tujuan kehidupan kita.
Selainitu, perlu pula berdoa. Karena kita harus selalu ingat bahwa bagaimanapun kita, apapun yang kita lakukan di dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Tuhan kita masing-masing. Sehingga, semua akan kembali kepadanya. Sekeras apapun chingu berusaha, pada akhirnya tergantung Tuhan mau menjadikan chingu seperti apa.
Contoh. anak yang miskin, Pendidikan :)-SMA, Jakarta (1953) Karir : Karyawan Unilever (1954-1955) Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
8 Kamu Membuat Saya Sangat Marah. Saat ini Sabtu siang. Seharian anda membersihkan rumah untuk kedatangan tamu dihari minggu—menghisap debu karpet, menyikat lantai, menggosok piring, menggosok peralatan lainnya. Sekarang sudah siap untuk diperiksa—tapi yang terjadi tidak seperti itu. Sebaliknya, anak perempuan anda masuk kedalam dari
Bilakarma-karma dalam hidup kita kini akan terasa lebih ringan. Tapi kita tetap harus bekerja keras. Sebab kalau kita bermalas-malasan modal itu bisa makin berkurang atau habis. Apalagi kalau kita menyalahgunakan modal itu, boleh jadi ia akan berbalik menjadi hutang yang berat. Jadi itulah perbedaannya. Takdir tak bisa dirubah. Bila anda
cara memperbaiki water heater listrik tidak panas. Keluarga merupakan orang terdekat dalam kehidupan kita. Keluarga seharusnya bisa menjadi tempat yang paling nyaman dan menyenangkan. Namun, sering kali yang terjadi memang tidak selalu semudah dan seindah itu. Beberapa hal yang terjadi dalam keluarga itu sendiri sering membuat para anggota keluarganya menjadi risih, benci dan tidak peduli. Untuk mencegah hal tersebut beberapa hal di bawah ini merupakan hal yang tidak boleh dibiasakan dalam keluarga. 1. Tidak peduli Hal pertama adalah tidak peduli. Meskipun seluruh anggota keluarga sudah memiliki kesibukan sendiri, namun kepedulian itu harus terus untuk dibiasakan. Peduli antar sesama anggota keluarga akan mengukuhkan rasa saling sayang, melindungi dan menjaga satu sama lain. Sehingga keluarga tersebut akan tumbuh hangat dan harmonis. Sikap tidak peduli lambat laun akan membuat antar anggota merasa asing dan tidak memiliki keterikatan satu sama lain. Maka dari itu, kepedulian tidak boleh dibiasakan. 2. Merasa paling Dalam keluarga semua anggotanya sama. Setiap orang yang salah tetap salah dan benar akan tetap benar, siapa pun itu. Jangan hanya merasa paling sukses atau lebih dewasa maka harus selalu menang dan benar. Ketika kamu menjadi orang yang lebih dewasa dalam keluarga dan kamu salah, kamu tetap harus memiliki kerendahan hati untuk meminta maaf dan berusaha memperbaiki kesalahan. Pun ketika kamu memiliki keuangannya yang lebih baik dari keluarga yang lain, kamu tidak boleh lupa diri. 3. Iri dan dengki Melihat anggota lain yang punya kelebihan harus membuatmu terpacu untuk memaksimalkan skill yang kamu miliki. Jangan sampai karena hal tersebut kamu menjadi iri dan menumbuhkan sikap dengki. Kamu harus memahami bahwa semua orang punya keistimewaan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dan kamu juga adalah orang yang sempurna, walaupun mungkin dalam sisi yang berbeda, kamu harus bisa mengunggulkannya. 4. Bergantung Sikap menggantungkan diri kepada anggota keluarga yang lain akan membuat kamu kehilangan jati diri. Ketika kamu melakukan dan menghadapi sesuatu, kamu kehilangan keberanian. Bergantung kepada orang lain tidak menimbulkan kebaikan satu pun, sehingga meskipun kamu memiliki keluarga yang berada, kamu harus berusaha untuk berdiri di atas kakimu sendiri. Itu dia 4 hal yang tidak boleh dibiasakan dalam hubungan keluarga. Semoga bermanfaat!
SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 Mengapa kita harus menghargai perbedaan dalam keluarga​ INI JAWABAN TERBAIK 👇 Menjawab agar tidak terjadi perselisihan hidup aman dan nyaman
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Salah satu hal yang sangat penting untuk kita lakukan namun sangat jarang dilakukan oleh orang-orang adalah menjaga hubungan dalam keluarga. Keluarga merupakan agen sosial terkecil dalam hidup kita, yang dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan kita yang lain. Jika hubungan keluarga kita berjalan dengan harmonis, maka bukan tidak mungkin aspek-aspek lain di luar hubungan keluarga kita dapat berjalan dengan lancar juga. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga keharmonisan hubungan keluarga. Menurut Wood, 2008 Ada beberapa cara untuk menjaga keharmonisan keluarga anda. Yaitu sebagai berikut Memelihara keseimbangan dalam hubungan keluarga Untuk menjaga hubungan dalam keluarga, pihak-pihak yang terlibat penting untuk memelihara keseimbangan dalam hubungan keluarga. Tidak boleh ada pihak yang mengeluarkan "biaya" lebih dan menerima "imbalan" yang kurang. Biaya yang dimaksudkan disini adalah usaha yang dikeluarkan oleh seseorang untuk menjaga hubungannya dengan orang lain, lalu imbalan adalah hasil yang diterima orang tersebut atas perbuatan menjaga hubungan yang telah ia lakukan. Misalnya saja seorang ibu yang selalu mengeluarkan "biaya" untuk menjaga hubungannya dengan anak-anaknya dengan cara memberikan kasih sayang pada anaknya, merawat mereka dengan baik setiap hari, dan lalu anaknya akan memberikan "imbalan" dengan cara menghargai, dan menyayangi ibunya juga. Tentunya jika sang anak berlaku demikian pada sang ibu, ibu sang anak juga akan puas, karena merasa "biaya" yang ia keluarkan terbalaskan dengan "imbalan" yang seimbang. Jika biaya dan imbalan yang dikeluarkan setiap anggota keluarga seimbang sama seperti ini, maka hubungan keluarga pun dapat terjalin dengan harmonis, coba anda bayangkan jika seorang anak memberikan "imbalan" yang sedikit atas kebaikan orang tuanya, atau saat ibunya mengeluarkan "biaya" yang sedikit pada anaknya, mungkin saja akan terjadi konflik antara mereka, dikarenakan mereka kurang puas atas hasil yang mereka terima. Melakukan Hal-Hal Kecil Yang Dapat Meningkatkan KedekatanMeningkatkan kedekatan dengan anggota keluarga kita sebenarnya tidak selalu harus pada hari-hari penting dalam hidup kita, misalnya saat keluarga kita ada yang sedang berulang tahun, sedang merayakan sesuatu, ataupun sedang makan-makan bersama keluarga. Namun kedekatan dengan anggota keluarga bisa kita bangun kapanpun. Meskipun saat sedang terpisah saat pandemi seperti ini. Contohnya saja, saat keluarga kita berada jauh dari kita, mungkin kita bisa menanyakan bagaimana kabarnya, apa yang sedang ia lakukan, atau sekedar menanyakan apakah ia sudah makan atau belum. Tidak harus memberikan hadiah, namun kita bisa menggunakan kata-kata untuk membangun hubungan antar pribadi kita dengan keluarga kita, tidak hanya itu, kita juga bisa mendengarkan dengan baik hal yang ingin keluarga kita ceritakan pada kita. Terkadang beberapa orang hanya menginginkan untuk didengarkan atau ditanyakan bagaimana kabarnya, untuk memastikan bahwa ia dirinya masih dipedulikan oleh keluarganya Rasa Hormat dan Perhatian Agar hubungan dalam keluarga tetap terjaga dengan baik. Anggota keluarga perlu untuk menunjukkan rasa hormat dan perhatian satu dengan yang lainnya. Terkadang hal ini masih sering diacuhkan oleh beberapa orang, mereka lebih sering menghormati orang asing dari pada keluarganya sendiri. Padahal hal ini sangat perlu untuk dilakukan, rasa hormat dan perhatian antar keluarga dapat membuat keluarga kita terhindar dari konflik. Contohnya saja, seorang anak yang tidak setuju pada perkataan ayahnya, hal ini mungkin saja dapat terjadi dikarenakan kurang adanya rasa hormat dan perhatian antara anak dan ayahnya saat sedang terjadi konflik. Anak dan ayah kurang menghormati pendapat satu dan yang lainnya, lalu mereka juga tidak perhatian dengan mencoba mengerti penyebab sang anak ataupun ayah mengeluarkan perkataan demikian. Untuk menghindari konflik ini, anda harus mulai dari diri anda sendiri, dengan menunjukkan rasa hormat dan perhatian pada orang di keluarga anda, jika sedang mengalami konflik, anda bisa belajar untuk perhatian pada mereka, dengan memahami terlebih dahulu jika anda di posisi mereka. Mungkin saja jika anggota keluarga lain melihat anda berlaku demikian, hati mereka juga akan tergugah untuk berubah menjadi orang yang lebih hormat dan perhatian pada sesama anggota keluarga Mempermasalahkan Hal-Hal KecilTidak semua orang dapat berperilaku sesuai dengan keinginan anda, termasuk juga keluarga anda. Setiap orang memiliki kekurangannya sendiri yang sulit untuk diatasi dan maka dari itu tugas kita sebagai anggota keluarga adalah melengkapi kekurangan itu. Misalnya saja, anda terkadang kesal karena salah satu anggota keluarga anda sangat suka berlama-lama saat mandi, atau ada juga anggota keluarga anda yang selalu membuat rumah berantakan, lalu tidak mau merapikannya kembali, atau beberapa kebiasaan lain yang sering membuat anda marah dirumah. Namun sebelum anda marah karena sikap-sikap anggota keluarga anda, anda terlebih dahulu harus melihat bagaimana kekurangan anda diperlakukan anggota keluarga anda, misalnya saja anda adalah orang yang suka terlambat, atau terkadang anda suka pelupa. Apakah orang di keluarga anda marah akan kekurangan anda itu? Jika tidak, maka hal yang perlu anda lakukan adalah anda harus menerima kekurangan mereka juga, sama seperti mereka yang bersedia dan sabar menerima kekurangan anda. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Keluarga adalah unit sosial terkecil dan pertama dalam masyarakat keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pertubuhan dan perkembangan seseorang. baik buruknya perilaku seseorang juga bisa dipengaruhi oleh hubungan interpersonal keluarga, seseorang yang memiliki prilaku baik biasanya memiliki hubungan keluarga yang baik sedangkan seseorang yang memiliki perilaku yang kurang baik bisa juga disebabkan oleh hubungan interpersonal keluarga yang kurang baik. Ketika kita memiliki masalah atau sedang merasakan terpuruk keluarga adalah tempat kembali karena senyaman apapun kita kepada orang lain keluarga tetaplah menjadi rumah ternyaman untuk kita dasarnya keluarga adalah tempat kita untuk berbagi kebahagian, berbagi cerita dan keluh kesah semua hal yang kita sedang alami. Namun pada kenyataannya Hubungan yang terjadi dalam keluarga sering mengalami masalah dan masalah itu muncul dikarenakan oleh faktor komunikasi interpersonal yang kurang baik di dalam keluarga tersebut jika komunikasi interpersonal tersebut tidak berjalan dengan baik nantinya akan menimbulkan masalah - masalah baru bisa seperti miss komunikasi yang menyebabkan renggangnya hubungan keluarga itu sendiri, hubungan interpersonal dalam keluarga diharapkan bisa terjadi hubungan timbal balik antar anggota keluarga yang menciptakan hubungan kekeluargaan yang harmonis dan tidak ada kerenggangan diantara keluarga itu sendiri. Dalam membangun hubungan keluarga yang sehat sangat lah tidak mudah sering kali dalam membangun hubungan keluarga terdapat hambatan-hambatan, oleh sebab itu dalam menjalin hubungan keluarga yang sehat kita harus menyelesaikan persoalan yang terjadi dengan terbuka, jujur, saling percaya dengan anggota keluarga, dan saling empati dengan anggota keluarga lainnya. Ketika terjadi masalah dalam hubungan komunikasi keluarga kita harus saling berkaca kesalahan masing masing agar bisa saling memaafkan dan memperbaiki masalah yang ada. Untuk membangun hubungan interpersonal dalam keluarga yang sehat keluarga tersebut harus melakukan komunikasi yang efektif, hubungan keluarga harus dibina dengan komunikasi yang baik agar hubungan keluarga tersebut tetap baik. Komunikasi interpesonal tidak hanya di butuhkan dalam bermasyarakat namun juga dibutuhkan dalam menjalin hubungan keluarga, komunikasi keluarga merupakan hal yang sulit karena dalam komunikasi tersebut pasti terdapat perbedaan cara menyampaikan sesuatu hal karena dalam satu keluarga terdapat beberpa orang dengan karakter dan pembawaan yang berbeda-beda maka dari itu kita harus memahami dan memaklumi segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada orang lain sehingga dalam penyampaian pesan tidak terjadi miss membangun keluarga yang sehat membutuhkan kesadaran dri orang tua akan cara mendidik anak itu sendiri, cara yang paling tepat dalam mendidik anak adalah dengan cara sering berinteraksi dengan anak agar terjalin kedekatan hubungan interpersonal itu sendiri yang membuat anak itu nyaman jika harus bercerita atau bertanya kepada orang tua, karena dalam membangun hubungan interpersonal keluarga yang baik memerlukan kedekatan emosional agar pesan yang disampaikan bisa tepat dipahami dan hubungan interpersonal membutuhkan keterbukaan antara satu dengan yang lain agar tercipta hubungan interpersonal keluarga yang intinya hubungan interpersonal dalam keluarga sering mengalami masalah masalah komunikasi yang dikarenakan komunikasi berjalan tidak efektif yang dikarenakan ketidak terbukaan dan tidak saling percaya satu sama lain serta pola mendidik yang salah hal ini bisa dihindari jika kita bisa sadar akan kekurangan satu sama lain dan saling terbuka serta percaya yang membuat hubungan interpersonal itu berjalan dengan baik dan membuat kepribadian dari masing masing anggota keluarga itu baik dan memiliki perilaku yang baik sehingga tidak muncul konflik atau masalah sosial di kemudian hari karena hubungan interpesonal sudah berjalan Adalah Rumah Paling Nyaman Jangan Lupakan Orang Tuamu Karena Surga Ada Dirumahmu sendiri yaitu orang tuamu yang selalu memberikan kasih sayang yang tidak ternilai oleh apapun. Raihan PamungkasIlmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Prof Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda-beda dan itu merupakan hal yang wajar. Kondisi tersebut sering kali menimbulkan perbedaan pendapat, dan contoh paling dekat dapat dilihat dalam lingkup keluarga. Apa saja contoh perbedaan pendapat dalam keluarga dan bagaimana cara mengatasinya? Simak dalam uraian berikut ini. Contoh perbedaan pendapat dalam keluarga Perbedaan pendapat dalam keluarga bisa terjadi antara anak dengan orangtua, suami dengan istri, menantu dengan mertua, atau yang lainnya. Perbedaan pendapat anak-anak dan orang tua banyak terjadi saat sang anak beranjak remaja. Bahkan, ini bisa menjadi salah satu sumber konflik orangtua dengan anak. Salah satu contoh perbedaan pendapat yang paling umum dalam keluarga adalah soal pemilihan sekolah. Bahkan, ini juga bisa memunculkan perbedaan pendapat antara orangtua si anak. Ada juga kasus ketika suami dan istri tidak sepakat dengan cara mengasuh anak, apakah mereka perlu menggunakan jasa asisten rumah tangga ART, atau lebih baik tinggal mengontrak atau dengan mertua. Terlepas dengan siapa Anda menemui perbedaan pendapat, alih-alih memaksakan keinginan sendiri, penting untuk mengetahui bagaimana cara berkompromi dengan pasangan, anak, atau orangtua. Cara mengatasi perbedaan pendapat dalam keluarga Perbedaan pendapat dalam keluarga merupakan hal yang wajar terjadi. Situasi ini bahkan bisa membantu Anda mengenali watak mereka dengan lebih baik. Sayangnya, perbedaan pendapat juga bisa menimbulkan konflik atau pertengkaran. Apalagi jika masing-masing pihak merasa bahwa pendapatnyalah yang paling benar. Nah, berikut beberapa cara mengatasinya agar Anda bisa kembali rukun setelah bertengkar atau sekadar berbeda sudut pandang. 1. Sepakat untuk tidak sepakat Wajar bagi seseorang untuk mempertahankan sesuatu yang menurutnya benar. Sikap yang sebaiknya dihindari adalah memaksa orang lain untuk meyakini hal yang sama. Contoh perbedaan pendapat yang bisa Anda sikapi dengan pemikiran tersebut adalah ketika pasangan Anda memilih untuk berolahraga pada pagi hari, sedangkan Anda memilih melakukannya di sore hari. Pada kondisi seperti ini, keputusan untuk sepakat untuk tidak sepakat bisa menjadi cara yang sehat untuk keluar dari perbedaan pendapat. 2. Menghargai pendapat orang lain Salah satu cara paling mudah untuk menghargai pendapat orang lain adalah dengan mendengarkannya ketika berbicara. Pasalnya, konflik kerap muncul saat seseorang merasa tidak diberi kesempatan untuk berbicara. Ini merupakan salah satu contoh hal yang memperburuk perbedaan pendapat dalam keluarga. Mendengarkan pendapat bukan berarti Anda melakukannya sambil membuat sanggahan. Justru, dengarkanlah pendapat orang lain dengan saksama agar Anda bisa memahami sudut pandangnya. 3. Memisahkan konflik dengan orang yang terlibat Ketika mendengarkan argumen orang lain, fokuslah dengan apa yang mereka sampaikan, bukan siapa yang menyampaikannya. Terkadang, jika hubungan Anda sudah tidak baik dengan seseorang, Anda mungkin akan menjadi bias dan langsung tidak menyetujui kata-katanya. Bias dalam perbedaan pendapat kerap ditemukan dalam keluarga. Ini karena keluarga adalah orang-orang yang paling dekat dengan Anda sehingga Anda mungkin sering menemukan kesalahan mereka. Contohnya saat pasangan Anda sedang berpendapat, Anda mungkin memendam emosi atas kesalahan yang pernah mereka lakukan sehingga tidak memilih untuk memedulikan pendapatnya. 4. Mengakhiri pembicaraan jika sudah tidak kondusif Jika setiap orang tetap memaksakan kehendak, mulai terdengar nada bicara yang tinggi, dan suasana malah enjadi negatif, ini saatnya untuk mengakhiri pembicaraan tersebut. Namun, tetap perhatikan nada dan gestur Anda saat mengakhiri pembicaraan. Jangan langsung memotong perkataan seseorang yang justru bisa membuatnya tersinggung. Contoh kalimat yang bisa Anda pilih untuk mengakhiri perbedaan pendapat adalah, “Oh iya, saya baru menyadari hal yang kamu sampaikan. Coba saya pikirkan terlebih dahulu, ya!” 5. Berpikir sebagai tim Mengacu dari laman Better Health, salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi konflik terkait perbedaan pendapat dalam keluarga adalah menyadari bahwa Anda harus bekerja sebagai tim. Pemikiran tersebut seharusnya muncul mengingat salah satu cara menjaga keharmonisan keluarga adalah memastikan keputusan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu, cobalah untuk mulai berpikir sebagai satu tim saat menemukan perbedaan konflik dalam keluarga. Pikirkan baik-baik apa tujuan bersama Anda sebagai keluarga. 6. Mengabaikan isu perbedaan yang tidak diperlukan Saat Anda berselisih paham dengan keluarga, cobalah untuk memikirkan kembali apakah perdebatan tersebut memang diperlukan. Hindari memperdebatkan masalah kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan tanpa harus beradu pendapat dengan nada tinggi. Pasalnya, perdebatan dari hal-hal kecil ini terkadang justru membuat kondisi yang ada semakin memburuk. Perbedaan pendapat dalam keluarga bukanlah satu hal yang bisa dihindari. Anda mungkin akan menghadapinya dari waktu ke waktu dengan penyebab yang berbeda-beda. Maka dari itu, setiap orang yang terlibat harus berperan aktif mencari cara mengatasi perbedaan pendapat dalam keluarga agar tujuan bersama juga bisa tercapai. Mengatasi konflik secara bijak juga akan memberikan contoh yang baik bagi anak-anak Anda. Ingat, anak-anak sangat mudah mencontoh sikap orang dewasa yang ada di sekitarnya.
apapun perbedaannya dalam keluarga kita harus tetap